Konsep
Dasar: Evolusi Management VLAN
Sebelumnya,
kita terbiasa menaruh IP Management langsung di bridge1. Pada metode
lama tersebut, paket masuk tanpa tag (Untagged), sehingga siapa pun yang
colok ke port dengan VLAN default bisa mencoba mengakses router.
Sekarang,
kita beralih ke metode Bridge VLAN Filtering Modern:
- Pindah Jalur: IP Management tidak lagi di bridge1,
melainkan di Interface VLAN 99.
- Wajib Tagged: Paket management yang datang
dari Router wajib membawa stempel (Tagged) VLAN 99. Interface bridge1
juga kita set sebagai Tagged agar CPU hanya menerima paket yang
sudah berstempel 99.
- Segmentasi Total: Meskipun management ada di
VLAN 99, port lain (Port 2 & 3) tetap bisa mendistribusikan VLAN yang
berbeda (VLAN 10 & 20) sebagai Access Port (Untagged) tanpa
saling mengganggu.
Step 0: Persiapan Interface Management di Sisi Router
Pada tahap ini, Router akan kita jadikan "pusat" yang menyediakan jalur khusus VLAN 99 untuk me-remote semua perangkat network (Switch/AP).
1. Membuat Interface VLAN 99
Karena Router harus mengirim paket dengan "stempel" (Tagged) ke arah Switch, kita buatkan interface khusus.
Buka Interfaces > tab VLAN > klik (+).
Name:
vlan99VLAN ID:
99Interface:
bridge1(Bridge yang menampung port ke arah Switch).
2. Memberikan IP Address Management
Buka IP > Addresses > klik (+).
Address:
192.168.99.1/24Interface:
vlan99
Tutorial: Konfigurasi VLAN Management Switch (MikroTik) (Mode Tagged VLAN 99)
Step 1: Membuat Bridge
Langkah awal adalah menyatukan port-port fisik ke dalam satu wadah bridge.
Buka menu Bridge > tab Bridge > klik (+).
Beri nama (contoh:
bridge1).Penting: Jangan centang
VLAN Filteringdulu di tahap ini agar tidak terkunci (lockout).
Step 2: Memasukkan Port ke Bridge
Masukkan kabel yang mengarah ke Router (Trunk) dan kabel yang mengarah ke Client (Access).
Buka tab Ports > klik (+).
Masukkan
ether1(arah Router) kebridge1.Masukkan
ether3(arah Client/Alpine) kebridge1
Step 3: Membuat Tabel VLAN (VLAN Table)
Inilah jantung dari konfigurasi VLAN Filtering. Kita definisikan siapa yang bawa "stempel" (Tagged) dan siapa yang lepas "stempel" (Untagged).
VLAN 99 (Management):
VLAN ID: 99Tagged: ether1Tagged: bridge1 (Agar IP Switch bisa diakses).
VLAN 11 (Data):
VLAN ID: 11Tagged: ether1Untagged: ether3
VLAN 12 (Data):
VLAN ID: 12Tagged: ether1Untagged: ether4
Step 4: Menentukan PVID (Pintu Masuk Client)
PC atau laptop tidak tahu soal VLAN. Kita harus paksa mereka masuk ke VLAN yang benar lewat PVID.
ether2: Buka tab General, set PVID: 11.
ether3: Buka tab General, set PVID: 12.
(ether1 biarkan PVID 1 karena dia jalur Trunk).
Step 5: Membuat Interface VLAN & IP Management
Pada tahap ini, kita membuat "pintu virtual" khusus untuk management di dalam Switch.
Buat Interface VLAN:
Buka Interfaces > tab VLAN > klik (+).
Name: vlan99
VLAN ID: 99
Interface: bridge1
Pasang IP Address:
Buka IP > Addresses > klik (+).
Address: 192.168.99.2/24
Interface: vlan99 (Pilih interface yang baru dibuat, bukan bridge).
Setting Default Gateway:
Buka IP > Routes > klik (+).
Gateway: 192.168.99.1
Pada tahap ini, kita membuat "pintu virtual" khusus untuk management di dalam Switch.
Buat Interface VLAN:
Buka Interfaces > tab VLAN > klik (+).
Name:
vlan99VLAN ID:
99Interface:
bridge1
Pasang IP Address:
Buka IP > Addresses > klik (+).
Address:
192.168.99.2/24Interface:
vlan99(Pilih interface yang baru dibuat, bukan bridge).
Setting Default Gateway:
Buka IP > Routes > klik (+).
Gateway:
192.168.99.1
Step 7: Aktivasi VLAN Filtering (Final Step)
Nyalakan "saklar" utama untuk mulai memproses semua aturan VLAN.
Kembali ke menu Bridge > tab Bridge > Klik dua kali pada
bridge1.Buka tab VLAN, centang VLAN Filtering.
Klik Apply/OK.
Step 8: Uji Konfirmasi Akses (SSH & Remote)
Setelah VLAN Filtering diaktifkan di Switch, kita harus memastikan bahwa Router masih bisa "mengobrol" dengan Switch melalui jalur VLAN 99 yang baru dibuat.