Router → Switch → Client
Dalam
implementasi jaringan skala kecil hingga menengah, sering kali kita butuh
segmentasi yang lebih fleksibel tanpa harus menarik banyak kabel. Salah satu
teknik yang bisa digunakan adalah VLAN bertingkat (Q-in-Q / VLAN Stacking).
Pada studi
kasus ini, kita akan membangun topologi:
- Router 1 → Switch 1 → Switch 2
→ Client
- VLAN utama (outer): VLAN 10
- VLAN turunan (inner): VLAN
100 dan 200
Mengapa
Menggunakan VLAN Bertingkat?
Dengan
VLAN biasa, kita hanya bisa melakukan segmentasi satu level. Tapi dengan VLAN
stacking:
- Kita bisa “membungkus”
beberapa VLAN dalam satu VLAN utama
- Lebih hemat port dan kabel
- Cocok untuk distribusi
jaringan antar switch
Step 1:
Konfigurasi Router 1 (Core Router)
Pertama,
pastikan router dalam kondisi default config agar tidak ada konflik.
Kemudian:
- Buat VLAN 10 di interface yang
menuju Switch 1
- Di atas VLAN 10, buat VLAN
lagi:
- VLAN 100
- VLAN 200
- Berikan IP Address:
- VLAN 100 → 10.10.100.1/24
- VLAN 200 → 10.10.200.1/24
- Aktifkan DHCP Server untuk
masing-masing VLAN
👉 Di sini Router berperan sebagai:
- Gateway
- DHCP Server
- Inter-VLAN routing
Step 2: Konfigurasi Switch 1 (Distribusi / VLAN Stacking)
Switch 1
berfungsi sebagai penghubung antara Router dan Switch 2, sekaligus melakukan
VLAN stacking.
Konfigurasi
dasar:
- Buat bridge1
- Tambahkan interface:
- ether1 → ke Router
- ether2 → ke Switch 2
Pengaturan
penting:
- ether2 → set PVID = 10
- Aktifkan VLAN Stacking
VLAN
Table:
- VLAN ID: 10
- Tagged: ether1
- Untagged: ether2
👉 Artinya:
- Dari Router → VLAN 10 dikirim
sebagai tagged
- Ke Switch 2 → VLAN 10 menjadi untagged
(outer VLAN)
Ini adalah
inti dari Q-in-Q
Step 3:
Konfigurasi Switch 2 (Access Layer)
Switch 2
bertugas membagi VLAN ke client.
Setup
awal:
- Buat bridge1
- Tambahkan interface:
- ether1 → ke Switch 1
- ether2 → client VLAN 100
- ether3 → client VLAN 200
Set
PVID:
- ether2 → PVID 100
- ether3 → PVID 200
VLAN
Table:
- VLAN 100:
- Tagged: ether1
- Untagged: ether2
- VLAN 200:
- Tagged: ether1
- Untagged: ether3
⚠️
Catatan penting:
Pastikan tidak typo (jangan sampai VLAN 200 ditulis 300)
Step 4: Pengujian Client
Hubungkan
client ke:
- ether2 → harus dapat IP dari
VLAN 100
- ether3 → harus dapat IP dari
VLAN 200
Cek:
- Apakah mendapat IP DHCP
- Apakah bisa ping gateway:
- 10.10.100.1
- 10.10.200.1