EoIP (Ethernet over IP) adalah protokol tunnel buatan MikroTik yang menghubungkan dua site seolah-olah berada dalam satu jaringan LAN yang sama, meskipun secara fisik terpisah dan terhubung melalui internet.
Topologi
Lab
Untuk
menggambarkan skenario yang lebih nyata, kita gunakan dua router MikroTik yang
masing-masing terhubung ke ISP (mendapat IP via DHCP), lalu dihubungkan lewat
EoIP tunnel.
Site A — WAN: 10.10.128.21, EoIP IP: 192.168.11.1/24
Site B — WAN: 10.10.128.73, EoIP IP: 192.168.11.2/24
Client di
kedua site akan berada dalam satu subnet 192.168.11.0/24
Step 1:
Pastikan Kedua Router Mendapat IP dan Bisa Saling Ping
Sebelum
membuat tunnel, verifikasi kedua MikroTik sudah mendapat IP dari ISP. Catat IP
WAN masing-masing karena akan digunakan sebagai endpoint EoIP.
Cek IP di
masing-masing router:
Kemudian
ping dari Site A ke Site B dan sebaliknya:
/ping
10.10.128.73 dari Site A
/ping
10.10.128.21 dari Site B
Pastikan
ping berhasil dari kedua arah sebelum lanjut ke step berikutnya.
Step 2:
Buat Interface EoIP
Buat
interface EoIP di masing-masing router. Perhatikan bahwa local-address dan remote-address
saling berkebalikan, dan tunnel-id harus sama di kedua sisi.
Site A:
Site B:
Penting: Tunnel ID harus identik di kedua
router. Kalau berbeda, tunnel tidak akan establish meskipun IP sudah benar.
Step 3: Buat Bridge dan Tambahkan Interface
Buat
bridge di masing-masing router, lalu masukkan interface EoIP dan interface
ethernet client ke dalam bridge yang sama. Inilah yang membuat dua site
seolah-olah satu LAN.
Lakukan
di kedua router (Site A dan Site B):
- Buat bridge baru:
- Masukkan ethernet client ke
bridge
- Masukkan EoIP tunnel ke bridge
Site A
:
Site B
:
Step 4:
Setup IP di Interface Bridge
Berikan IP
address ke interface bridge di masing-masing router. IP ini digunakan sebagai
gateway dan untuk komunikasi antar router di atas tunnel.
Site A:
Site B:
Setelah
ini, coba ping antar router melalui IP bridge:
Jika
berhasil, tunnel sudah establish dengan benar.
Step 5:
Setup DHCP Server
Karena
EoIP menyatukan kedua site dalam satu broadcast domain, cukup satu DHCP server
saja. Di sini Site B yang menjadi DHCP master.
Hanya
di Site B:
Hubungkan client
ke ether2 di masing-masing site, lalu cek:
- Client mendapat IP dari range 192.168.11.100-200
- Client Site A bisa ping client
Site B dan sebaliknya
- Cek DHCP leases di Site B: /ip
dhcp-server lease print