Konfigurasi Bridge Pada Mikrotik


Apa Itu Bridge di MikroTik?

 

Bridge adalah fitur pada MikroTik yang berfungsi untuk menggabungkan dua atau lebih interface menjadi satu jaringan (satu IP network).
Dengan menggunakan bridge, beberapa interface akan dianggap berada dalam satu segmen jaringan yang sama, seolah-olah terhubung ke satu switch.

Sebagai contoh:

  • Jika ether2 dan wlan1 dimasukkan ke dalam satu bridge

  • Maka perangkat yang terhubung ke ether2 maupun wlan1 akan:

  • Mendapatkan IP dari network yang sama

  • Berada dalam satu broadcast domain

  • Bisa saling berkomunikasi tanpa routing tambahan

Fungsi Bridge pada MikroTik

Bridge biasanya digunakan untuk:

  • Menggabungkan LAN kabel dan WiFi

  • Membuat MikroTik berfungsi seperti switch + access point

  • Menyatukan beberapa port LAN dalam satu jaringan

  • Konfigurasi AP Bridge / Repeater

Perangkat yang Dibutuhkan

  1. Router MikroTik

  2. Laptop / komputer

  3. Kabel LAN

  4. Sumber listrik

Ringkasan Proses Konfigurasi

  1. Membuat interface Bridge

  2. Menambahkan port/interface ke dalam bridge

  3. Memberikan IP Address ke bridge

  4. Mengaktifkan DHCP Server pada bridge

 
 

Cara Melakukan Bridge di MikroTik

1. Membuat Bridge

  1. Login ke MikroTik menggunakan Winbox

  2. Masuk ke menu Bridge

  3. Pada tab Bridge, klik Add (+)

  4. Isi:

    • Name: bebas (contoh: bridge1)

  5. Klik OK

 
 

 

2. Menambahkan Interface ke Bridge

Setelah bridge dibuat, kita perlu memasukkan interface-interface yang ingin digabungkan.

Menambahkan Ether ke Bridge

  1. Masuk ke tab Ports

  2. Klik Add (+)

  3. Atur:

    • Interface: ether2 (contoh)

    • Bridge: bridge1

  4. Klik OK

Menambahkan Ether3 ke Bridge

  1. Klik Add (+) kembali

  2. Atur:

    • Interface: ether3

    • Bridge: bridge1

  3. Klik OK

Sekarang ether2 dan ether3 sudah berada dalam satu jaringan.


 

 

3. Memberikan IP Address ke Bridge

Agar bridge dapat digunakan sebagai gateway, kita perlu memberikan IP Address pada interface bridge.

  1. Masuk ke menu IP → Addresses

  2. Klik Add (+)

  3. Isi:

    • Address: 192.168.10.1 (contoh)

    • Interface: bridge1

  4. Klik OK

     



4. Mengaktifkan DHCP Server pada Bridge

Agar perangkat yang terhubung mendapatkan IP otomatis:

  1. Masuk ke IP → DHCP Server

  2. Klik DHCP Setup

  3. Pilih interface bridge1

  4. Klik Next hingga proses selesai

     

     


Hasil yang Didapatkan

Dengan konfigurasi bridge ini:

  • Perangkat yang terhubung ke ether2 maupun ether3

  • Akan mendapatkan IP dari range yang sama

  • Gateway dan jaringan menjadi satu

  • Tidak perlu routing tambahan

Contoh hasil:

  • ether2 → 192.168.1.10

  • ether3 → 192.168.1.11

Catatan Penting

  • Jangan memberi IP di ether2 atau ether3 jika sudah menggunakan bridge

  • IP dan DHCP cukup di interface bridge

  • Bridge bekerja di Layer 2 (L2), bukan routing

Penutup

Bridge merupakan fitur penting di MikroTik untuk menyederhanakan desain jaringan, terutama ketika 

ingin menggabungkan koneksi kabel dan wireless dalam satu jaringan yang sama. Dengan bridge, 

pengelolaan IP dan DHCP menjadi lebih mudah dan rapi.





 
Read Also :-
Labels : #Mikrotik ,#Tutorial ,
Getting Info...

Posting Komentar