Postingan

Membangun Jaringan Aman: Panduan Lengkap OpenVPN Remote Access di MikroTik

 


OpenVPN Remote Access merupakan metode VPN yang memungkinkan perangkat dari luar jaringan kantor terhubung secara aman ke jaringan internal melalui internet. OpenVPN dipilih karena menawarkan keseimbangan antara keamanan, fleksibilitas, dan kompatibilitas di berbagai sistem operasi maupun perangkat jaringan.

Dibandingkan PPTP yang sudah lemah secara keamanan, L2TP/IPsec yang lebih kompleks dan sensitif terhadap NAT/firewall, serta SSTP yang lebih identik dengan ekosistem Windows, OpenVPN lebih fleksibel karena dapat menggunakan TLS/SSL encryption, mendukung mode TCP maupun UDP, serta lebih mudah digunakan pada berbagai kondisi jaringan internet. Karena itu OpenVPN masih menjadi salah satu solusi populer untuk remote access baik pada server Linux maupun perangkat seperti MikroTik.

OpenVPN bekerja pada layer 2  atau layer 3. Dalam konfigurasi MikroTik, kita umumnya menggunakan Layer 3 (IP). OpenVPN mengandalkan protokol SSL/TLS untuk pertukaran kunci (key exchange). Hal ini memastikan bahwa meskipun data lewat di "jalur umum" (internet), data tersebut terenkripsi dan hanya bisa dibuka oleh pemegang sertifikat yang sah.


Cara Kerja (Step-by-Step Logic) 

  1. Handshaking: Client menghubungi IP Public Server pada port 1194.

  2. Verifikasi Sertifikat: Server dan Client saling bertukar sertifikat. Jika valid, koneksi lanjut.

  3. Negosiasi Enkripsi: Keduanya sepakat menggunakan algoritma enkripsi tertentu (misal: AES-256).

  4. Tunneling: Interface virtual terbentuk di kedua sisi. Data yang masuk ke interface ini akan dibungkus (enkapsulasi) dan dikirim lewat internet.



Langkah Konfigurasi 

Step 1: Sinkronisasi Waktu (Penting!)

Sertifikat tidak akan valid jika waktu pada router salah (umumnya sudah dari dhcp client)

jika belum bisa di config seperti ini

Step 2: Membuat Sertifikat (CA, Server, Client)

Kita akan membuat 3 hal yaitu CA (yang menjamin sertifikat) dan sertifikat atau identitas untuk server dan client

Membuat CA



lalu sign ca nya dengan opsi Sign di kanan

Nanti akan Muncul Status KAT 

Selanjut nya kita buat sertikat untuk Server dan Client

Lalu Client

Selanjut nya kita Sign

Setelah nya jangan lupa di trusted

Hasilnya

Khusus untuk client dan CA kita export untuk file .ovpn nanti. di titik ini kalian bisa buat sertifikat lagi untuk client lainnya 1 client 1 sertifikat.


Isi Passphrase sesuai keinignan

Untuk CA jangan berikan Passphrase

Hasil Nya


Step 3: Membuat IP Pool & Profile

Seperti Tunneling lain kita buat Pool Dan Profile nya disini saya akan sesuaikan dengan topologi


Step 4: Membuat User (Secret)

Sama seperti Tunneling lain kita buat user sercet nya pastikan profile nya benar


Step 5: Mengaktifkan OpenVPN Server

Ter akhir kita nyalan OpenVPN Server di PPP di atas OVPN config seperti ini (Certificate pastikan yang server kita buat tadi)

 


lalu kita buat file .ovpn nya dengan tombol Export .ovpn. isi IP Public sesuai dengan server lalu pilihan nya sesuaikan ca dan certficate yang kita export. untuk key pilih yang .key lalu start



file akan muncul di files 


kita download simpan sesuai keinginan



Step 6: Mengoneksikan Ke Client

ini bagian krusial tapi sangat rumit karana beberapa alasan seperti open vpn server versi lebih lawas atau client yang terlalu baru. umumnya kita tinggal mengklik .ovpn dan connect.

tapi di beberapa kasus tidak bisa dan banyak penyebab nya.


dari testing saya openvpn client versi 3.x dan 2.x bisa di gunakan di openvpn server terbaru dengan update routeros saya sangat sarankan update terbaru agar bekerja karana di beberapa versi .ovpn nya berbeda seperti dikasus sekarang routeros menggunakan 7.11 namun tidak bisa di 2.7.x namun bisa di 2.5.x client nya


 



versi lawas client


jadi saya sarankan sesuaikan dengan kebutuhan (sangat disarankan update routeros agar client terbaru bisa conncet)


Read Also :-
Labels :
Getting Info...

Posting Komentar