Panduan
Konfigurasi Dasar OSPF Single Area di MikroTik
OSPF (Open
Shortest Path First) adalah protokol routing dinamis jenis Link State
yang sangat efisien untuk mengelola tabel routing secara otomatis. Dengan OSPF,
router akan saling bertukar informasi mengenai topologi jaringan, sehingga jika
ada perubahan jalur, router akan melakukan update secara mandiri.
Step 1:
Konfigurasi IP Address (Interface & Loopback)
Sebelum
mengaktifkan OSPF, pastikan semua interface yang menghubungkan antar router dan
ke client sudah memiliki IP address yang benar. Penggunaan interface Loopback
sangat disarankan sebagai Router-ID agar proses routing tetap stabil.
Router 1:
- Ether2 (Inter-Router): 10.10.10.1/29
- Ether3 (Client A): 192.168.10.1/24
- Ether4 (Client B): 192.168.20.1/24
- Loopback (lo): 10.255.2.1/32
Router 2:
- Ether2 (Inter-Router): 10.10.10.2/29
- Ether3 (Client C): 192.168.30.1/24
- Loopback (lo): 10.255.2.2/32
Step 2:
Membuat Instance OSPF
Langkah
pertama dalam konfigurasi OSPF di MikroTik v7 adalah membuat Instance. Instance
ini berfungsi sebagai otak dari proses OSPF.
- Buka menu Routing -> OSPF.
- Pada tab Instances, tambahkan
instance baru.
- Isi Router ID dengan IP
Loopback masing-masing router (Contoh R1: 10.255.2.1).
- Pilih versi OSPF (v2 untuk
IPv4).
Step 3:
Membuat Area (Backbone)
OSPF
membutuhkan setidaknya satu area sebagai pusat pertukaran informasi, yaitu Area
0 atau Backbone.
- Masuk ke tab Areas.
- Tambahkan area baru dengan
nama backbone.
- Pastikan Area ID diatur ke 0.0.0.0.
- Hubungkan area ini dengan
Instance yang telah dibuat di Step 2.
Step 4:
Menambahkan Interface Templates
Pada
MikroTik v7, kita tidak lagi memasukkan Network, melainkan menggunakan Interface
Templates untuk menentukan interface mana yang akan menjalankan OSPF.
- Masuk ke tab Interface
Templates.
- Tambahkan template baru untuk
interface Loopback dan interface yang mengarah ke Router tetangga
(Ether2).
- Pilih Area: backbone.
- Lakukan hal yang sama untuk
interface yang mengarah ke Client agar network client terdaftar dalam
tabel routing OSPF.
Tips:
Gunakan tipe Passive pada interface yang mengarah ke client agar router
tidak mengirimkan paket hello yang tidak perlu ke perangkat user, namun
networknya tetap terdistribusi.
Step 5:
Verifikasi dan Pengujian
Setelah
semua konfigurasi selesai, saatnya melakukan verifikasi untuk memastikan router
sudah saling mengenal:
- Cek Neighbors: Buka tab Neighbors,
pastikan status sudah Full.
- Cek Routing Table: Buka IP
-> Routes, pastikan muncul baris baru dengan flag DAo (Dynamic Active
OSPF).
- Ping Test: Lakukan ping antar
client (misalnya dari Client A di R1 ke Client C di R2). Jika berhasil,
maka routing dinamis OSPF Anda sudah bekerja dengan sempurna.